Jual Airsoft Gun



February 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Recent Posts

Peluncuran Kapal Perang dengan Airbag System

16387232_1351847094872554_3262902802409207940_nSatu hal yang menjadi tanda tanya besar bagi kita terkait kapal barangkali proses peluncuran kapal dari galangan ke laut. Bagaimana bisa kapal sebesar dan seberat itu ditarik atau mungkin didorong ke permukaan yang berbeda? Ternyata ada rahasia di balik peluncuran tersebut, yakni airbag system.

Memang tak semua kapal dibekali dengan sistem yang sama untuk diluncurkan ke laut. Namun setidaknya, Indonesia punya dua kapal dengan sistem yang sama untuk peluncuran kendati tonase keduanya sangat berbeda. Ialah KRI Klewang 625 dan KRI Teluk Bintuni yang diluncurkan pada tahun 2012 lalu dari galangan PT Lundin Industry Invest dan PT Daya Radar Utama.

Airbag system adalah sistem yang ciri khasnya ada pada keberadaan bantalan karet sebagai alat untuk membantu peluncuran. Teknologi itu pun kini telah umum digunakan oleh sebagian besar galangan kapal di Indonesia untuk kebutuhan kapal militer atau kebutuhan kapal sipil.

Jika dilihat dari sejarahnya, teknologi tersebut sudah ada sejak tahun 1981 dari galangan kapal yang terletak di Tiongok, Xiao Qinghe, tepatnya di kota Jinan. Saat itu, airbag system digunakan oleh mereka untuk meluncurkan kapal barge yang memiliki ukuran sekitar 60 DWT.

Selain airbag system, sistem lain yang bisa digunakan untuk peran yang sama adalah slipway system. Jika sistem airbag menggunakna bantalan karet, sistem slipway menggunakan konstruksi rel. jika dibandingkan dalam segi dana, tentunya airbag system akan lebih unggul.

Selain keunggulan pengeluaran dana yang lebih murah, airbag system juga bukan sistem permanen seperti slipway sistem. Jadi, tidak diperlukan waktu lama layaknya mencipta konstruksi rel.  dalam urusan jam operasi pun airbag system lebih efektif, pun dengan produktivitas.

Kendati teknologi ini telah muncul sejak 3,5 dekade silam, namun tentu saja ada perbedaan pada detailnya. Dulu, lapisan penguat airbag system dibuat dari kanvas yang kemudian dicelupkan ke karet guna mencipta ruang udara. Dan sekarang keseluruhan proses itu mengandalkan teknologi pelapisan utuh.

Apabila dibandingkan kekuatannya, airbag system yang sekarag bahkan 15x lebih kuat. Fungsinya pun tak hanya sebagai sistem peluncur kapal dari galangan ke laut, akan tetapi juga sebaliknya. Kapal yang hendak direparasi juga diangkat dari laut ke galangan dengan airbag.

Bahan dasar yang digunakna untuk pembuatan airbag adalah synthetic cord reinforced rubber. Jenis karet tersebut membentuk karet yang bagian ujungnya berbentuk hemispherical. Jumlah perusahaan galangan kapal di Indonesia yang telah mengadopsi sistem ini ada 250 yang tersebar di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Write a comment