Jual Airsoft Gun



February 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Recent Posts

Smart Bomb dengan GPS dari PT Pindad

16266007_1343322592391671_3944351877172329672_nRencana Dislitangau (Dinas Penelitian dan Pengembangan Angatan Udara) untuk menciptakan bom pintar atau istilah mahsyurnya smart bomb sampai sekarang masih sekadar wacana. Sejak tahun 2012 di-booming-kan, sampai sekarang belum ada kabar perkembangannya. Sebaliknya, PT Pindad yang pada tahun yang sama juga memulai pembuatan bom pintar untuk TNI AU, kini telah memperlihatkan prototipe hasil produksi kerjasama mereka.

Bersama salah satu manufaktur asal Korea Selatan, LIG Nex1, PT Pindad mewujudkan rancangan pembuatan smart bomb-nya dengan ciri khas utama menggunakan panduan GPS (Global Positioning System).

Kerjasama yang digelar bersama LIG Nex1 memang bukan tanpa alasan. Manufaktur tersebut seakan berfokus pada pembuatan bom pintar. Pada ajang Indo Defence bulan November lalu pun mereka hadir dengan indoor stand yang menampilkan mockup dari KGGB (Korean GPS Guided Bomb).

Kendati hanya hadir dengan bentuk mockup, smart bomb mereka cukup mendapat perhatian dari para pengunjung. Pasalnya, saat itu smart bomb memnag sedang meroket pamornya lantaran digunakan oleh Angkatan Udara Turki untuk membombardir keberadaaan ISIS.

Di Korea, KGGB telah digunakan dengan status operasional sejak tahun 2014. PT Pindad pun pada akhirnya tidak ragu lagi menggandeng LIG Nex1 sebagai partner pembuatan bom pintar. Platform mounting-nya pun dapat diguanakan untuk beragam bom berstandar NATO. Dengan begitu, smart bomb tersebut akan siap digandengkan dengan bom MK81 dan MK82 yang sering digunakan oleh TNI Angkatan Udara kita.

Keunggulan yang paling menonjol dari KGGB adalah penggunaannya dengan sinyal dari satelit GPS, tepatnya dengan INS (inertial navigation system). Namun, hal itu pula yang menjadi kekuaranngannya. Penggunaan GPS seringkali mengundang gangguan aksi jamming. Namun, baru-baru ini Amerika Serikat membantu menghilangkan kekurangan tersebut denagn menawarkan teknologi US Military GPS yang tidak bisa ‘diganggu’ tanpa kode akses dari militer USA.

Kendati mengandalkan GPS dan ketika meluncur menerapkan sistem fire and forget, pilot tetap dapat mengarahkan sasaran agar lebih tepat dengan perangkat PDU (pilot display unit). Perangkat yang terdiri dari dynamic LAR (launch acceptable region), mission downloading, display map, dan check guidance kit status tersebut juga dapat mengoreksi ketepatan sasaran.

Dalam upaya menambah letalitas, sistem fuzzing juga menjadi nilai plus yang patut diperhitungkan. Pengoperasiannya pun dapat efektif dilakukan baik siang maupun malam hari. Bahkan, sasaran yang berada di balik bukit pun dapat dijangkau bom pintar rancangan LIG Nex1 dan PT Pindad ini.

Write a comment