Jual Airsoft Gun



January 2017
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Tawaran OPV Saryu Class dari India untuk Indonesia

15826852_1317031865020744_6068959989717416394_nPada tahun 2017 nanti, TNI Angkatan Laut akan mengadakan tender untuk pengadaan kapal perang yang akan difungsikan sebagai alutsista utama. Bergulirnya hal tersebut di kancah internasional pun membuat beberapa manufaktur segera mengirimkan proposalnya agar terpilih untuk mengisi ruang kosong tersebut.

Dua di antaranya adalah Denmark yang menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dan Perancis yang tak hanya menawarkan satu namun dua desain sekaligus. Kendati negara-negara yang ahli dalam pembuatan kapal perang telah ‘maju’, tak ayal membuat India sebagai negara yang baru senang-senangnya mengembangkan produk alutsista surut semangat untuk menawarkan hal yang sama. Dari mereka, muncul kapal perang berjenis OPV (offshore patrol vessel).

Kapal dengan panjang 105 meter tersebut masuk dalam kategori Saryu Class yang juga mendapatkan julukan sebagai kapal patroli lepas pantai. Namun, dalam istilah TNI Angkatan Laut, kapal tersebut masuk dalam golongan korvet karena kelengkapan senjata dan aspek tonase yang dimilikinya.

Penawaran yang dilakukan India pun dibarengi dengan mendatangkannya langsung ke Pelabuahan Tanjung Priok Jakarta. Tepatnya pada tanggal 16 Desember lalu, kapal yang diberi nama INS Sumitra P59, salah satu kapal perang dari Saryu Class, telah hadir di untuk dapat dilihat langsung.

Menurut pihak produsen, kapal perang tersebut sangatlah cocok dengan kebutuhan Indonesia. Dimensinya yang besar mampu menampung hingga 118 personil tentara. Keahliannya pun fokus sebagai kapal lepas pantai dengan fungsi pengintaian dan pengawasan.

Produksi pertama Saryu Clsas adalah pada tahun 2014. Memang terbilang produk baru, namun pihak manufaktur India telah yakin dengan kualitasnya. Langsung difungsikan oleh Angkatan Laut India, OPV tersebut telah terlibat dalam beragam operasi militer yang digelar, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sejak dua tahun yang lalu itu, kini telah ada empat unit yang diproduksi. Namun tahun depan akan ditingkatkan produksinya hingga sepuluh unit. Dan tak menutup kemungkinan jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya pemesanan.

Untuk persenjataan, Saryu Class dilengkapi dua kanon reaksi cepat, yakni kanon OTO Melara dengan kaliber 76 mm dan kanon CIWS (close in weapon system) berkaliber 30 mm. dan untuk menghalau rudal yang diarahkan ke kapal, ada dispenser chaff sebagai pelengkap tambahan.

Teknologi yang mendukung pun cukup meyakinkan. Ada differential GPS, ARPA (automatic radar plotting aid), echosounder, gyro dan magnetic compass, auto pilot dan speed log. Selain itu, sistem yang digunakan juga telah mengadopsi GMDSS (global maritime distress and safety system) tipe A3 dan ECDIS (electronic chart display and information system).

Dengan mesin diesel bertenaga 7,790 kW, Saryu Class mampu melaju dengan kecepatan 16 knots. Jarak jelajahnya mampu hingga 11.000 kiometer dengan ketahanan selama 16 hari tanpa henti.

Write a comment