Jual Airsoft Gun



January 2017
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Platform Pengembangan Rantis 8×8 Tata Kestrel

15825734_1317026895021241_5153040569920238828_nDunia industri memang sarat akan kompetisi. Namun, hal tersebut tak menutup kemungkinanan adanya kerjasama yang dilakukan dua pihak manufaktur untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Seperti halnya yang dilakukan PT Pindad bersama dengan manufakur Thales asal Australia. Keduanya berkolaborasi membuat rantis (kendaraan taktis) MRAP Sanca (mine resistant ambush protected).

Kolaborasi itu tak jauh dari adanya ToT (transfer of technology) yang ditawarkan oleh Australia ketika memasarkan produknya kepada Indonesia. Dengan itu, terciptalah rantis berpenggerak 4×4 tersebut. Dan tak berhenti sampai di situ, PT Pindad akan mengembangkannya menjadi rantis 8×8.

Sering kita mendengar banyak produk rantis berpernggerak 4×4 yang beroperasi di Indonesia. Setelah itu, pasar rantis 6×6 pun cukup booming dengan varian Anoa yang juga diproduksi PT Pindad. Kini, PT Pindad akan berjuang mengembangkan rantis berpenggerak 8×8.

Pasukan TNI negeri ini yang menggunakan rantis 8×8 hanya Korps Marinir, tepatnya Resimen Kavaleri. Rantis tersebut adalah BTR-4M dan BTR-80. Dan baru-baru ini, Kementerian Pertahanan RI pun telah memesan rantis 8×8 Pandur II yang akan didatangkan dari Republik Ceko.

Namun, jika PT Pindad harus merancang lisensi sendiri, akan dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, kolaborasi akan dilakukan lagi, sama seperti yang pernah dijalankan dengan Thales. Akan tetapi kali ini kolaborasi akan dilakukan dengan Tata Motors Limited.

Langkah tersebut telah dimulai dengan penandatangan MoU ketika Indo Defence bulan November lalu. Dan rantis yang akan dijadikan rujukan sebagai platform adalah panser amfibi 8×8 Tata Kestrel. Penandatanganan MoU tersebut termasuk pengembangan desain, perakitan, riset penjualan, hingga pemasaran. Dan tak hanya peasaran untuk pasar Indonesia, tetapi juga pasar Asean.

Sebenarnya ada dua platform lain yang ditawarkan, yakni LPTA 715 4×4 dan LPTA 2038 6×6. Kendati keduanya muncul saat Indo Defence 2016 dan Tata Kestrel tidak, namun rujukan lebih kuat memang ada pada Tata Kestrel yang secara bentuk telah unggul dengan berpenggerak 8×8.

Nama Kestrel mungkin terdengar cukup asing di jagad alutsista. Tentu saja, tahun 2014 lalu, Tata Motors baru menelurkan Kestrel sebagai rantis APC (armoured personnel carrier). Namun dalam pengembangannya, Tata Motors membawa serta DRDO (defence research and development organization) sehingga kualitasnya dapat dipegang.

Sebagai APC, Kestrel mampu membawa pasukan sejumlah 10 orang dengan 2 awak penggerak. Rancangan desainnya adalah modular dengan kemungkinan dipasangi beragam senjata. Desain tersebut juga berlaku untuk proteksinya. Lapisan baja STANAG level I hingga IV menjadi standar ketahanan utama.

Write a comment