Jual Airsoft Gun



December 2016
M T W T F S S
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Posts

Apa Itu Airsoft Gun ?

http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/1.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/1.jpg
http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/2-1.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/2-1.jpg
http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/3.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/3.jpg

Bagi mereka yang baru dalam dunia airsoft gun, mainan ini ada replika dari senjata api yang menembakan peluru plastik ukuran 6mm yang umumnya dikenal sebagai “BB”, peluru BB yang di tembakan tidak berbahaya sama sekali bagi manusia namun dapat menyakitkan dan meninggalkan bekas bila terkena kulit, airsoft gun tidak bisa membunuh seseorang atau menyebabkan cedera parah atau pendarahan seperti senjata nyata . Meskipun airsoft dianggap sebagai senjata mainan, prosedur keselamatan tetap harus diterapkan ketika bermain dengan “mainan” replika ini. Beberapa produsen bahkan menggunakan desain dan bahan yang persis dari aslinya, untuk mencapai realisme yang tinggi.

Contoh Sistem AEG

Contoh Sistem AEG

Automatic Electric Gun (AEG) adalah jenis airsoft gun yang paling populer, AEG bekerja dengan menggunakan power dari listrik untuk menggerakan motor yang mengoprasikan sebuah piston yang menhasilkan tenkanan udara yang di gunakan untuk meluncurkan BB, baterai yang di gunakan umumnya adalah jenis NiCd (Nickel Cadmium) namun sering di upgrade menggunakan baterai Li-ion (Lithium Ion). Sistem ini memungkinkan airsoft gun untuk berfungsi secara efisien dengan fitur otomatis, kebanyakan AEG yang menghasilkan Rate-of-Fire realistis yang dapat menembakkan 600-900 bb per menit hampir sama dengan kemampuan senjata aslinya. AEG juga lebih mudah di modifikasi karena memang banyak partnya tersedia di pasaran. versi ekonomis dari AEG adalah Low Powered Electric Gun (LPEG) yang memiliki power lebih kecil di banding AEG karena menggunakan gearbox plastik tidak seperti AEG pada umumnya yang menggunakan gearbox metal

Gas BlowBack (GBB), jenis airsoft yang paling populer selanjutnya adalah GBB, jenis ini di tenagai dengan mengisi airsoft gun dengan gas terkompres seperti green gas atau co2, jenis airsoft gun ini umumnya tersedia dalam bentuk pistol, namun juga tersedia dalam bentuk rifle yang di sebut GBBR (gas blow back rifle), GBB dapat menghasilkan blowback seperti senjata aslinya, yang membuat slide di pistol bergerak saat pistol di tembakan seperti senjata aslinya.

Spring (Kokang) adalah jenis airsoft gun yang di tenagai dengan energi kokang umum di gunakan dalam airsoft gun jenis sniper.

Read more »

PT DI Terima 3 Unit Helikopter AS565 MBe Panther

untitled-1Pada tanggal 22 November lalu, telah berlangsung penyerahan helikopter AS565 dari Airbus Helicopter kepada Kemhan (Kementerian Pertahanan) RI. Helikopter berjenis AKS (anti kapal selam) tersebut berjumlah tiga unit dan penyerahannya dilakukan langsung di Marignane, Perancis.

Helikopter AS56 MBe Panther tersebut dipesan sebanyak sebelas unit yang akan diperuntukkan bagi Puspenerbal Skadron 100 TNI Angkatan Laut. Kedatangannya akan menjadi angin segar bagi armada tersebut karena telah lama kehadiran helikopter AKS ditunggu-tunggu untu memperkuat kapal perang TNI AL dalam sistem senjata Armada Terpadu.

Meskipun jumlah total pesanan ada 11, baru ada 3 unit yang akan dikirimkan ke Indonesia. Sisa unitnya akan dikirimkan pada gelombang selanjutnya. Tiga unit pertama tersebut adalah hasil yang diperoleh sejak penandatanganan kontrak pada tahun 2014 lalu. Kontrak itu pun disepakati bertepatan dengan diadakannya Indo Defence 2014. Ada  ToT (transfer of technology) pada kerjasama antara PT Dirgantara Indoenesia dengan Airbus Helicopters tersebut.

Karena bersifat kerjasama, pihak PT Dirgantara Indonesai pun tidak hanya menerima helikopter dalam keadaan siap pakai. Masih ada garapan yang harus diselesaikan. Dan itu tidak hanya sebatas agenda perakitan ulang. PT DI diberikan peran cukup besar untuk menentukan desain sistem ASW suit (anti-submarine warfare).

Read more »

Truk Heavy Class Tata LPTA 2038

15267718_1292217017502229_3794744734161537455_nAda satu manufaktur asal India yang kini tengah berjuang merangsek ke pasar alutsista Indonesia. Ialah Tata Motors Limited yang saat ini sedang berusaha menawarkan heavy truck untuk TNI.

Manufaktur yang juga mengambil peran pada Indo Defence bulan lalu tersebut sejatinya bukan manufaktur baru yang berkiprah di jagad kendaraan miliiter. Mereka telah berpengalaman sejak tahun 1958. Tentu bukan sejarah yang pendek ditambah sejak beberapa dekade tekahir India memang sedang gencar-gencarnya menaikkan citranya di mata internasional.

Kendaraan yang mereka pamerkan pada ajang tersebut adalah dua unit kendaraan taktis bermodel truk dengan nama Tata LPTA 2038 berpenggerak 6×6 dan Tata LPTA 715 GS berpenggerak 4×4.

Dengan ukuran yang lebih besar, Tata LPTA 2038 mampu menyedot perhatian pengunjung lebih banyak. Bahkan beberapa mengira bahwa truk tersebut adalah produksi dari Tatra. Dan tersebutlah bahwa truk tersebut mampu menjadi pesaing dari heavy truck lain yang berpenggerak sama, misal KIA KM500.

Read more »

Sistem Pertahanan Udara LY-80

15390966_1292214577502473_5252943953708558297_nSetelah ada Sky Dragon 50 yang diproduksi oleh Tiongkok, tepatnya manufaktur Norinco (North Industries Coorperation), manufaktur Tiongkok yang lain juga tak ingin ketinggalan. Satu manufaktur bersifat nasional, CASC (China Aerospace Science and Technology) juga telah mengembangkan rudal yang sama dengan Sky Dragon 50, yakni LY-80.

Sistem hanud (pertahanan udara) tersebut adalah varian ekspor dari HQ-16 dengan tipe medium air to surface missile. Jika Sky Dragon 50 telah memikat pasukan TNI Angkatan Udara, LY-80 juga ternyata memikat Dehnhanud (Detasemen Pertahanan Udara) Paskhas dan dijadikan pertimbanagan untuk mengisi Menad (medium air defence) sama seperti peran Sky Dragon 50.

Keduanya pun telah memikat beberapa negara sebagai produk ekspor. Sky Dragon 50 telah merangsek ke benua Afrika tepatnya di negara Rwanda. Sementara LY-80 ini telah diminati oleh Angakatan Darat Pakistan. Dan keduanya pun akan digunakan pula di negara kita.

Satu hal yang enjadi daya tarik tersendiri dari LY-80 adalah cita rasanya yang khas Rusia. Varin HQ-16-nya memiliki basis platform rudal pertahanan udara Rusia. Desainnya terinspirasi oleh rudal BUK-M1 atau SA-11 Gadfly dalam versi NATO dan rudal BUK-2M atau SA-17 Grizzly.

Read more »

Sistem Rudal Norinco Sky Dragon 50 untuk Jarak Sedang

15400538_1292211590836105_8628801161567433648_nAlutsista yang berasal dari Tiongkok memang tak sering dianggap sebagai unggulan dalam jajaran jenisnya. Namun beragam produk Tiongkok telah merangsek ke banyak matra pasukan militer Indonesia. Alhasil, meski bukan sebagai unggulan, kehadirannya kerap menjadi kuda hitam.

Salah satu kebutuhan yang dipasoknya adalah rudal anti kapal dan sistem rudal untuk pertahanan udara. Kini Norinco (North Industries Coorperation), manufaktur asal Tiongkok yang menyuplai sistem rudal, tengah gencar menawarkan sistem rudal untuk jarak sedang, Sky Dragon 50.

Penawaran itu ditujukan kepada Denhanud (Detasemen Pertahanan Udara) Paskhas TNI Angkatan Udara. Sky Dragon 50 atau juga disebut GAS2 tersebut masuk dalam kategori rudal Menad (medium air defence).

Sistem Sky Dragon 50 adalah sistem pertahanan udara titik terpadu yang merupakan gabungan dari unit komando penembakan/kendaraan kendali, unit radar pengintai dan unit kendaraan launcher/peluncur. Sedangkan pada kesiapan satu kompinya, unit kendaraan lanucher terbagi lagi menjadi tiga, yakni unit untuk target designation radar, unit komando sistem kendali tembakan, dan unit pembawa amunisi atau logistik.

Read more »

Ranjau Dasar Laut Pengaruh

15232093_1286523064738291_4878094190680892572_nMelihat judulnya mungkin kita sudah bertanya-tanya karena sangat asing dengan kata terakhir yang dipakai. Namun begitulah Dislitbangal (Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut) memberikan nama pada ranjau dasr laut yang digunakan sebagai jebakan dan bergaya torpedo: Ranjau Dasar Laut Pengaruh.

Ranjau tersebut adalah bagian dari KRI Nagapasa 403 atau Changbogo Class yang diproduksi manufaktur asal Korea Selatan. Sebentar lagi kapal tersebut akan dilayarkan ke Indonesia. Kemampuan kapal yang datang dari DSME (Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering) ini tak hanya untuk melontarkan rudal atau torpedo, tetapi juga untuk menabur ranjau.

Khusus untuk ranjaunya, pihak Dislitbangal menyebutnya demikian dengan kata ‘pengaruh’ lantaran cara kerjanya dipicu oleh mekanik dan akustik. Selain itu, tempatnya yang berada di dasar laut juga cukup berbeda dibandingkan kebanyakan ranjau yang konsepnya di permukaan.

Untuk lebih mudahnya, kita bisa menyebut ranjau tersebut dengan RDLP. Bagaimanakah cara kerjanya? Pertama tentu saja ranjau ini perlu dilepaskan dari kapal selam. Kemudian, arahnya diatur sesuai keberadaan target atau area yang dituju. Setelah itu, RDLP akan ‘tertidur’ di dasaran laut.

Read more »

CMS Tacticos Diimplementasikan ke KRI RE Martadinata 331

15241859_1286517598072171_1091771712460622722_nPada Januari tahun depan, serah terima KRI RE (Raden Eddy) Martadinata 331 akan dilakukan. Dan tentu saja saat ini belum semua hal tertangani. Masih ada beberapa PR yang harus diselesaikan sebelum tanggal penyerahterimaan tiba. Apa saja PR yang harus dilakukan tersebut?

Hal utama yang dilakukan tentu saja pemasangan sistem persenjataan mengingat peran KRI RE Martadinata 331 adalah sebagai adalah sebagai kapal perang, atau istilah khususnya adalah PKR (perusak kawal rudal). Selain kegiatan itu, implementasi CMS (combat management system) Tacticos juga dilakukan. Dan untuk pengimplementasian serta uji cobanya, Thales Nederland yang pernah memasok mission suite pada KRI I Gusti Ngurah Rai 332 turut serta.

Pihak dari Thales Nederland mengklaim bahwa versi CMS Tactitos yang mereka implementasikan adalah versi paling baru. Proyek tersebut masuk dalam Baseline 2 pada lingkup internal. Pengerjaannya pada konfigurasi software dan upgrade hardware. Software yang digunakan adalah multifunction console MOC Mk 4.

Sementara itu, teknologi yang digunakan adalah teknologi operator HMI (human machine interface) yang mendukung pengaturan ke berbagai pengerjaan berbeda. Uniknya, setiap pengaturan dapat dipantau mealui layar besar PIT (pusat informasi tempur). Tacticos Baseline 2 pernah menjadi pilihan juga untuk kapal TNI AL Jerman, yakni korvet 130 Class dan frigat F124 Class.

Read more »