Jual Airsoft Gun



August 2016
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Recent Posts

Apa Itu Airsoft Gun ?

http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/1.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/1.jpg
http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/2-1.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/2-1.jpg
http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/3.jpg http://www.airsoft-gun.org/wp-content/uploads/2016/08/3.jpg

Bagi mereka yang baru dalam dunia airsoft gun, mainan ini ada replika dari senjata api yang menembakan peluru plastik ukuran 6mm yang umumnya dikenal sebagai “BB”, peluru BB yang di tembakan tidak berbahaya sama sekali bagi manusia namun dapat menyakitkan dan meninggalkan bekas bila terkena kulit, airsoft gun tidak bisa membunuh seseorang atau menyebabkan cedera parah atau pendarahan seperti senjata nyata . Meskipun airsoft dianggap sebagai senjata mainan, prosedur keselamatan tetap harus diterapkan ketika bermain dengan “mainan” replika ini. Beberapa produsen bahkan menggunakan desain dan bahan yang persis dari aslinya, untuk mencapai realisme yang tinggi.

Contoh Sistem AEG

Contoh Sistem AEG

Automatic Electric Gun (AEG) adalah jenis airsoft gun yang paling populer, AEG bekerja dengan menggunakan power dari listrik untuk menggerakan motor yang mengoprasikan sebuah piston yang menhasilkan tenkanan udara yang di gunakan untuk meluncurkan BB, baterai yang di gunakan umumnya adalah jenis NiCd (Nickel Cadmium) namun sering di upgrade menggunakan baterai Li-ion (Lithium Ion). Sistem ini memungkinkan airsoft gun untuk berfungsi secara efisien dengan fitur otomatis, kebanyakan AEG yang menghasilkan Rate-of-Fire realistis yang dapat menembakkan 600-900 bb per menit hampir sama dengan kemampuan senjata aslinya. AEG juga lebih mudah di modifikasi karena memang banyak partnya tersedia di pasaran. versi ekonomis dari AEG adalah Low Powered Electric Gun (LPEG) yang memiliki power lebih kecil di banding AEG karena menggunakan gearbox plastik tidak seperti AEG pada umumnya yang menggunakan gearbox metal

Gas BlowBack (GBB), jenis airsoft yang paling populer selanjutnya adalah GBB, jenis ini di tenagai dengan mengisi airsoft gun dengan gas terkompres seperti green gas atau co2, jenis airsoft gun ini umumnya tersedia dalam bentuk pistol, namun juga tersedia dalam bentuk rifle yang di sebut GBBR (gas blow back rifle), GBB dapat menghasilkan blowback seperti senjata aslinya, yang membuat slide di pistol bergerak saat pistol di tembakan seperti senjata aslinya.

Spring (Kokang) adalah jenis airsoft gun yang di tenagai dengan energi kokang umum di gunakan dalam airsoft gun jenis sniper.

Read more »

Pindad SS-1 Marinized dengan Lapisan Phosphate

14141550_1192236390833626_1159622405214964009_nJika dibandingkan dengan senapan serbu yang datanf dari negara-negara maju, senapan serbu buatan Pindad memang akan tampak jauh dari kata sempurna. Namun PT dalam negeri ini tak berhenti terus berinovasi untuk tetap mampu menyokong kebutuhan TNI dan Polri dalam hal persenjataan.

Upaya itu cukup nampak pada satu varian SS-1 yang dibuat dengan kemampuan ‘lebih’ dari seri SS-1 yang lainnya. Ialah SS-1 Marinized yang dapat diandalkan menjawab tantangan senapan serbu yang lebih bandel itu.

Marinized adalah kosa kata yang diambil untuk menunjukkan bahwa senapan serbu ini ditujukan untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Salah satu kekhasan yang dimiliki senapan ini adalah lapisan phosphating yang membuatnya anti-karat. Adanya lapisan ini pun langsung membuat tampilan luarnya beda dari varian SS-1 lain. Dengan warna abu-abunya, SS-1 Marinized tampak lebih garang.

Karena dilindungi oleh lapisan phosphate, SS-1 M ini pun mampu diandalkan untuk digunakan di berbagai media air, dari laut hingga rawa. Kadar garam yang tinggi pada laut tidak akan mempengaruhi lapisan tersebut, pun dengan rendaman lumpur. Karena itu, selain digunakan oleh Korps Marinir, senapan serbu varian ini juga dipakai oleh pasukan khusus Kopaska.

Read more »

Korvet Pachim Kedua CIWS: KRI Silas Papare 386

14089118_1192233604167238_935925196422539364_nKRI Sultan Thaha Syaifuddin 376 telah menjadi armada pertama dari kelas korvet Parchim yang dipasangi kanon CIWS. Kanon Close in Weapon System tersebut bertipe 730 dengan kaliber 30 mm. Setelah KRI tersebut, KRI dari Parchim Class mana lagi yang akan dipasangi kanon yang sama?

Pertanyaan itu muncul dari para pengamat alutsista lantaran jumlah KRI pada korvet Parchim Class ada 16 unit dan baru satu yang dipasangi kanon tipe 730. Nama yang paling mungkin menjadi pilihan adalah KRI milik Satkor (Satuan Kapal Eskorta) yakni KRI Silas Papare 386.

Proses instalasi penggantian kanon jenis lama ke jenis baru tersebut akan dilakukan di Surabaya, PT PAL. Kanon sebelumnya yang dipakai adalah kanon jenis AK-230 dengan kaliber 30 mm. Prediksi terselesainya keseluruhan proses instalasi tersebut diperkirakan tahun depan.

Alasan pemilihan CIWS adalah karena harganya yang terjangkau dan modelnya yang mirip senapan buatan Rusia. Kecocokan pun mudah didapatkan dengan korvet Parchim. Selain itu, tipe kanon yang modern ini juga tampak new pada penempatan laras putar, radar,  dan perangkat sensor optik penjejak.

Read more »

Kapal Cepat FPB-57 Nav V TNI Angkatan Laut

14067717_1192230517500880_7455873471811230779_nSejatinya, jika ditilik dari kecepatan maksimal yang dapat ditempuh oleh FPB-57 Nav V, kapal ini masih tergolong pada kecepatan maksimum rata-rata, yakni 30 knot. Banyak jenis kapal lain yang juga mampu melaju dengan kecepatan maksimal 30 knot. Namun kenapa kapal ini dikategorikan kapal cepat?

Sebelumnya, kapal ini masuk dala jajaran kelas Satrol atau Satuan Kapal Patrol. Namun kemudian ia naik kelas menjadi penunjang kekuatan Satkat atau Satuan Kapal Cepat. Alasanya adalah pada bekal persenjataan yang ada di kapal dengan identitas nomor lambung 6xx ini.

Dari sejarahnya, FPB-57 Nav V memang dibuat sebagai kapal cepat karena FPB sendiri merupakan singkatan dari Fast Patrol Boat. Keemampuannya dalam menunjang kebutuhan armada TNI Angkatan Laut pun telah banyak memberi bukti. Kapal yang dibuat pada sejak tahun 1975 ini ada sekitar 12 unit yang terdiri dari beragam varian di jajaran alutsista TNI AL.

Satu varian di antaranya dalah kapal perang yang terdiri dari empat unit, yakni KRI Lemandang 632, KRI Layang 635, KRI Todak 631, dan KRI Hiu 634. Namun keempatnya sering disebut Todak Class lantaran KRI Todak 631 adalah varian yang dibuat paling pertama.

Read more »

Wahana Ship Boarding CANTOKA Kopaska

14183906_1192226897501242_2603189745307034787_nKopaska (Komando Pasukan Katak) selalu mendapatkan posisi khusus dalam setiap misi dan alutsista yang digunakan. Untuk masalah misi, namanya saja pasukan khusus, tentunya misi-misi khusus selalu menjadi kejutan tersendiri bagi mereka. Salah satunya adalah misi untuk menyerang perompak.

Ketika pembajakan kapal terjadi, mereka harus sigap untuk segera ditugaskan. Karena itulah, pilihan senjata khusus amatlah penting, seperti X38 Combat, SEAL Carrier, Sea Shadow, dan tak ketinggalan senapan serbu APS untuk penggunaan di bawah air. Melengkapi para alutsista khusus itu, wahana CANTOKA siap hadir untuk aksi ship boarding mereka dan akan kita bahas kali ini.

Definisi ship boarding adalah tindakan mendarat di kapal yang dapat dilakuakn lewat udara ataupun sama-sama menggunakan perahu. Untuk alternatif lewat udara, para pasukan biasanya menggunakan parasut untuk mendarat. Sedangkan jika menggunakan wahana boat, maka boat yang dipilih adalah yang telah berkualifikasi RHIB (rigid hulled inflatable boat) atau sea rider.

Pada penggunaan boat, tentu dibutuhkan tangga untuk mengaitkan boat dengan kapal perombak. Model tangga yang biasanya digunakan adalah wire rope ladder yang juga dipakai oleh pasukan khusus Inggris. Namun model tangga yang pada dasarnya menggunakan tali ini dianggap Read more »

Wahana Transportasi Bawah Air SEAL Carrier

14063917_296441324054859_281901887085350562_nLayaknya pasukan khusus Kopassus dari TNI Angkatan Darat, pasukan khusus TNI Angkatan Laut juga memiliki sistem persenjataan yang istimewa. Satu alutsista khas itu antara lain Combat boat X38 yang adalah alat menyelam. Selain itu, ada juga alat selam lain close circuit untuk mendukung misi di bawah air dan senjata APS yang menunjang kekhasan Kopaska ini.

Lebih dari pada itu, ada pula wahana transportasi untuk menunjang pergerakan di bawah air yang tak bisa lepas dari keeksisan Kopaska TNI AL. Ialah SEAL Carrier yang merupakan sosok baru dari wahana transportasi bawah air ini. Sebelumnya telah ada Sea Shadow yang hadir karena banyaknya tuntutan misi dan operasi. Kini telah muncul kembali siluman bawah air baru.

Model SEAL Carrier dianggap lebih sangar dari Sea Shadow. Dengan dibalut warna hitam, wahana transportasi bawah laut ini hadir dengan rancangan layaknya kapal selam mini yang pada bagian depannya memiliki dua buah sirip. Pembuat SEAL Carrier adalah Defence Consulting Europe AB asal Swedia.

Fungsi dari wahana ini adalah untuk misi infiltrasi khusus yang ditujukan untuk menjegal kapal perang dan dermaga laut sebagai sasarannya. Misi itu juga merangkap misi anti pembajakan.

Read more »

Kendaraan Taktis Lapis Baja Pindad APR-1V

14046119_1188177111239554_2343792733854181280_nIndustri dalam negeri nampaknnya sudah unggul dalam hal perancangan dan produksi kendaraan taktis berlapis baja. Kendaraan yang juga beroda ban tersebut sudah banyak diproduksi, mulai dari yang hanya sebatas prototipe hingga yang telah masuk pada jajaran alutsista TNI dan Polri.

Akan tetapi, meskipun banyak yang dapat diproduksi, tak banyak yang benar-benar dibuat untuk kepentingan perang atau operasi militer yang sesungguhnya dibutuhkan. Jika kita ingin membahas satu rantis dengan peran tersebut, ada satu nama yang tak boleh dilupakan: APR-1V.

Kendaraan yang diproduksi oleh PT Pindad ini dilahirkan karena memang untuk satu kepentingan dalam berperang. Istilah kerennya ‘born to fight’. APR atau Angkut Personel Ringan dengan varian 1V ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan di Aceh pada suatu operasi militer tahun 2003 hingga 2004.

Kebutuhan itu muncul lantaran adanya GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Namun selain itu, kehadiran satu rantis berlapis baja dengan level sekelas panser juga telah direncanakan sejak lama. Dengan bermodal mesin dan rangka dari Isuzu 120 PS, rekayasa pembuatan APR tersebut pun lebih cepat terealisasi sehingga disebut produk ekspres.

Read more »