Jual Airsoft Gun



May 2016
M T W T F S S
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Apa Itu Airsoft Gun ?

Bagi mereka yang baru dalam dunia airsoft gun, mainan ini ada replika dari senjata api yang menembakan peluru plastik ukuran 6mm yang umumnya dikenal sebagai “BB”, peluru BB yang di tembakan tidak berbahaya sama sekali bagi manusia namun dapat menyakitkan dan meninggalkan bekas bila terkena kulit, airsoft gun tidak bisa membunuh seseorang atau menyebabkan cedera parah atau pendarahan seperti senjata nyata . Meskipun airsoft dianggap sebagai senjata mainan, prosedur keselamatan tetap harus diterapkan ketika bermain dengan “mainan” replika ini. Beberapa produsen bahkan menggunakan desain dan bahan yang persis dari aslinya, untuk mencapai realisme yang tinggi.

Contoh Sistem AEG

Contoh Sistem AEG

Automatic Electric Gun (AEG) adalah jenis airsoft gun yang paling populer, AEG bekerja dengan menggunakan power dari listrik untuk menggerakan motor yang mengoprasikan sebuah piston yang menhasilkan tenkanan udara yang di gunakan untuk meluncurkan BB, baterai yang di gunakan umumnya adalah jenis NiCd (Nickel Cadmium) namun sering di upgrade menggunakan baterai Li-ion (Lithium Ion). Sistem ini memungkinkan airsoft gun untuk berfungsi secara efisien dengan fitur otomatis, kebanyakan AEG yang menghasilkan Rate-of-Fire realistis yang dapat menembakkan 600-900 bb per menit hampir sama dengan kemampuan senjata aslinya. AEG juga lebih mudah di modifikasi karena memang banyak partnya tersedia di pasaran. versi ekonomis dari AEG adalah Low Powered Electric Gun (LPEG) yang memiliki power lebih kecil di banding AEG karena menggunakan gearbox plastik tidak seperti AEG pada umumnya yang menggunakan gearbox metal

Gas BlowBack (GBB), jenis airsoft yang paling populer selanjutnya adalah GBB, jenis ini di tenagai dengan mengisi airsoft gun dengan gas terkompres seperti green gas atau co2, jenis airsoft gun ini umumnya tersedia dalam bentuk pistol, namun juga tersedia dalam bentuk rifle yang di sebut GBBR (gas blow back rifle), GBB dapat menghasilkan blowback seperti senjata aslinya, yang membuat slide di pistol bergerak saat pistol di tembakan seperti senjata aslinya.

Spring (Kokang) adalah jenis airsoft gun yang di tenagai dengan energi kokang umum di gunakan dalam airsoft gun jenis sniper.

Read more »

Dilema Indonesia untuk Perkuat Angkatan Udara dengan Su-35

13226863_1125330547524211_5431565791236897530_nNama pesawat Sukhoi Su-35 kembali berdengung sebagai bakal pesawat yang akan dibeli untuk memperkuat Angkatan Udara TNI. Namun, belum benar-benar ada pembicaraan terkait hal tersebut di antara kedua belah pihak. Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia yang berlangsung pada 18 – 20 Mei 2016 pun belum menunjukkan tanda-tanda adanya pembelian Su-35 meski keduanya sempat membicarakan tentang pertahanan dan kerjasama militer antar kedua negara.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, membenarkan tidak adanya pembicaraan khusus terkait pembelian Su-35. Kedua pimpinan negara hanya membicarakan bidang pertahanan dalam konteks yang lebih umum dan masih luas, seperti pengembangan sumber daya manusia dan ToT (Transfer of Technology). Padahal, sempat beredar kabar bahwa kedatangan Jokowi ke Rusia adalah untuk melakukan pembelian Su-35 dengan jumlah 8 – 10 unit.

Ryamizard Ryacudu selaku Menteri Pertahanan, telah menentukan Su-35 sebagai pengganti F-5 E/F Tiger II. Jet tempur tersebut dirasa cocok untuk memperkuat Skadron 14 TNI Angkatan  Udara. Iktikad itu sudah sejak September tahun lalu ia canangkan, namun kabarnya pada bulan April baru ditandangani MoU atas pembeliannya. Dan samapai sekarang nampaknya belum juga terealisasi.

Read more »

Kemampuan Su-35 Terbang Vertikal yang Memukau

13230291_1125328324191100_7616231510396352342_nSemua pesawat tempur yang ditawarkan ke Indonesia tentulah memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, sebagai pesawat yang telah diidamkan Menteri Pertahanan sejak September tahun lalu, kira-kira apa yang menjadi kelebihan Su-35 Super Flanker?

Teknologi yang dimilikinya bernama thrust vectoring. Teknologi ini memugkinkan pesawat terbang vertikal ke atas dengan dorongan semburan yang diatur dari mesin jetnya. Pada umumnya, thrust memberi dorongan ke arah belaang pesawat yang diatur oleh control surface.

Cenderung berbeda, thrust vectoring yang dimiliki Su-35 Super Flanker pun dinilai sebagai poin tambah yang sangat mendukung karena mampu membuat pesawat tampil lebih dinamis ketika bermanuver.

Selain Su-35 Super Flanker, pesawat yang juga terkenal karena memiliki teknologi thrust vectoring dari jenis jet adalah pesawat Harrier. Dengan teknologi tersebut, jet yang dipakai pada Perang Malvinas ini pun mampu menukik terbang ke arah bawah dengan lurus. Sedangkan dari jenis pesawat propeller (baling-baling), pesawat V-22 patut menjadi contoh yang juga tak kalah lurusnya.

Read more »

E-7A Wedgetail dari Boeing Perkuat AU Australia

13254055_1123439374379995_2988602341855694566_nBoeing dapat dibilang adalah raja produsen pesawat, baik komersial maupun jenis pengintai yang digunakan untuk keperluan maritim. Mereka pun telah memproduksi pesawat yang memiiliki sistem Airbone Early Warning and Control yang sangat laris di dunia. Tentara kita pun masih setia menjadikan Boeing 737 sebagai andalan untuk menyisir maritim.

Meski tak dilengkapi dengan AEWC System, pesawat tersebut memiliki radar SLAMMR atau Side Looking Airbone Modular Multi Mission Radar. Selain Indonesia, Australia pun turut tertarik untuk menjadikan Boeing 737 sebagai andalan mereka dalam misi pengintaian.

Kemudahan yang mereka peroleh sebagai sekutu Amerika Serikat tentunya membuat mereka mendapatkan pesawat-pesawat canggih Boeing, seperti P-8A Poseidon yang dikenal paling canggih dalam lingkup pesawat pengintai.

Hampir sekelas dengan Poseidon, ada pula E-7A Wedgetail yang juga pabrikan Boeing yang menjadi andalan Angkatan Udara Australia dalam memperkuat pasukannya. Keduanya hampir memiliki fungsi sama, namun E-7A Wedgetail lebih fokus sebagai stasiun radar terbang, berbeda dengan P-8A Poseidon yang dibuat untuk menampakkan kehebatannya di maritim.

Read more »

Pesawat Pengawas Perbatasan CN-235 MPA

13256346_1123401957717070_1038597580915188709_nInilah salah satu pesawat bertipe MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang fungsi utamanya adalah sebagai pengawas perbatasan laut. Sebagai pesawat yang bertugas di wilayah lautan, pesawat ini pun ditenagai oleh dua mesin tipe CT-771 yang memiliki daya hampir 1400 kilowatt.

Pesawat yang memiliki bobot total mencapai 16,55 ton tersebut dilengkapi juga dengan sepasang baling-baling bertipe Sundstrand 14 FR-21 pabrikan Hamilton yang berbilah empat.  Selain itu, sistem elektronik yang terpasang pada pesawat ini juga dilengkapi dengan FLIR-200 HP yang dapat diandalkan saat modus malam dengan memanfaatkan teknologi infra merah.

Tak hanya dapat beroperasi di malam hari, pesawat ini juga mampu mengenali lawan atau kawan dan pada saat yang bersamaan juga mampu memantau pergerakan di sekitarnya. Durasi terbangnya pun cukup lama, dapat bertahan hingga 10 jam atau seminimalnya adalah 8 jam.

Dengan kemampuan semcam itu, utamanya potensi kinerja baiknya pada malam hari, CN-235 pun menjadi incaran banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Bahkan pesawat ini telah menjadi satu jenis pesawat yang diandalkan untuk berada di jajaran pesawat pengawas perbatasan.

Read more »

Pesawat Tua Multifungsi DHC-5 Buffalo Andalan TNI

13233054_1121032667953999_8916586352852791362_nKebutuhan akan pesawat terus dicoba untuk dipenuhi pasukan TNI, baik Angkatan Darat, Laut, maupun Udara. Salah satu jenis pesawat yang harus dimiliki oleh pihak TNI adalah pesawat angkut. Untuk satu jenis pesawat ini, TNI memiliki DHC-5 Buffalo yang merupakan produksi dari de Havilland Canada.

Pembelian pesawat angkut tersebut dapat dikatakan ‘tidak sengaja’. Pasalnya, saat itu PT Dirgantara Indonesia tengah bekerjasama dengan Uni Emirat Arab dalam hal pembelian pesawat. Mereka yang membeli tujuh unit pesawat akan membayar dengan tunai jika Indonesia mau membeli lima unit varian DHC-5 Buffalo yang mereka miliki. Harga murah yang diberikan pun membuat Indonesia tak menolak tawaran tersebut.

Harga murah itu tentu bukan cuma-cuma. Kondisi pesawat yang sudah tua adalah alasan begitu murahnya harga yang ditawarkan. Namun Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia optimis bisa melakukan re-build pada kelima unit pesawat tersebut. Hanya masalahnya ada pada keterbatasan pasokan suku cadang lantaran pabrik produksinya kini tak beroperasi lagi.

Akan tetapi, pasukan TNI Angkatan Darat dan Laut tetap menerimanya dengan optimis akan kelebihan pesawat tua tersebut. Bahkan, satu dari tiga unit Buffalo yang diterima pasukan TNI Angkatan Darat dijadikan transpor VIP yang dapat mengangkut 20 orang. Dan tak hanya itu, varian DHC-5D Super Buffalo bahkan bisa untuk mengangkut 40 orang lengkap dengan senjatanya.

Read more »

SS2-V5 dan SPR-2 Resmi Diluncurkan PT Pindad

13263943_1121475827909683_1489654095102115529_nr 5,56 milimeter. Selain satu senjata tersebut, PT. Pindad juga meluncurkan senjata lain berkaliber 12,7  milimeter, SPR-2. SPR merupakan kependekan dari Senapan Penembak Runduk atau istilah lainnya sniper rifle gun.

Kedua senjata tersebut meski diluncurkan dalam waktu yang bersamaan namun spesifikasinya berbeda. Keduanya merupakan senapan yang diinginkan pasukan TNI untuk menambah pasokan persenjataan mereka. Secara umum, fungsi keduanya adalah untuk misi rahasia. Dan untuk itu, kelebihan yang tampak dari SS2-V5 SubSonic adalah merupakan senjata tanpa suara.

Silmy Karim selaku direktur utama PT. Pindad menginformasikan bahwa SubSonic memang didesain khusus untuk pasukan TNI yang akan digunakan untuk perang jarak dekat ataupun penyerbuan. Selain itu, operasi-operasi senyap seperti pengintaian dan penyergapan juga dapat dilakukan dengan mengandalkan senapan ini.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, pihak PT. Pindad berani mengklaim bahwa SubSonic mampu bersaing dengan senapan-senapan produksi luar negeri, bahkan mereka secara gamblang menyebut Amerika Serikat dan Jerman. Karenanya, dalam kelas Asia, mereka pun begitu percaya diri dalam bersaing.

Read more »