Jual Airsoft Gun



July 2016
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Posts

Apa Itu Airsoft Gun ?

13346871_1132869916770274_4805688179812262326_n

Bagi mereka yang baru dalam dunia airsoft gun, mainan ini ada replika dari senjata api yang menembakan peluru plastik ukuran 6mm yang umumnya dikenal sebagai “BB”, peluru BB yang di tembakan tidak berbahaya sama sekali bagi manusia namun dapat menyakitkan dan meninggalkan bekas bila terkena kulit, airsoft gun tidak bisa membunuh seseorang atau menyebabkan cedera parah atau pendarahan seperti senjata nyata . Meskipun airsoft dianggap sebagai senjata mainan, prosedur keselamatan tetap harus diterapkan ketika bermain dengan “mainan” replika ini. Beberapa produsen bahkan menggunakan desain dan bahan yang persis dari aslinya, untuk mencapai realisme yang tinggi.

Contoh Sistem AEG

Contoh Sistem AEG

Automatic Electric Gun (AEG) adalah jenis airsoft gun yang paling populer, AEG bekerja dengan menggunakan power dari listrik untuk menggerakan motor yang mengoprasikan sebuah piston yang menhasilkan tenkanan udara yang di gunakan untuk meluncurkan BB, baterai yang di gunakan umumnya adalah jenis NiCd (Nickel Cadmium) namun sering di upgrade menggunakan baterai Li-ion (Lithium Ion). Sistem ini memungkinkan airsoft gun untuk berfungsi secara efisien dengan fitur otomatis, kebanyakan AEG yang menghasilkan Rate-of-Fire realistis yang dapat menembakkan 600-900 bb per menit hampir sama dengan kemampuan senjata aslinya. AEG juga lebih mudah di modifikasi karena memang banyak partnya tersedia di pasaran. versi ekonomis dari AEG adalah Low Powered Electric Gun (LPEG) yang memiliki power lebih kecil di banding AEG karena menggunakan gearbox plastik tidak seperti AEG pada umumnya yang menggunakan gearbox metal

Gas BlowBack (GBB), jenis airsoft yang paling populer selanjutnya adalah GBB, jenis ini di tenagai dengan mengisi airsoft gun dengan gas terkompres seperti green gas atau co2, jenis airsoft gun ini umumnya tersedia dalam bentuk pistol, namun juga tersedia dalam bentuk rifle yang di sebut GBBR (gas blow back rifle), GBB dapat menghasilkan blowback seperti senjata aslinya, yang membuat slide di pistol bergerak saat pistol di tembakan seperti senjata aslinya.

Spring (Kokang) adalah jenis airsoft gun yang di tenagai dengan energi kokang umum di gunakan dalam airsoft gun jenis sniper.

Read more »

Winchester M-70 Pilihan Sniper Legandaris Indonesia

13668992_1165670950156837_1529724623933427956_neorang tentara dari Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Angkatan Darat. Ia ikut terjun ke operasi tersebut dalam pasukan Pembantu Letnan Satu.

Prestasinya saat itu terus dikenang hingga sekarang, meski ia telah menghembuskan nafas terakhir pada Maret tahun lalu. Bahkan tidak ada sniper di Indonesia yang melebihi kemampuannya memainkan senjata. Ketangguhannya juga terbukti ketika ia turut beraksi di pertempuran Remexio. Ia berhasil membunuh 49 lawan dengan 49 peluru berkaliber 7.62 mm.

Meski sangat berbakat, Tatang Koswara tentu juga perlu menentukan senjata yang digunakannya untuk mendukung kinerja baiknya. Dan senapan yang dipilihnya adalah Winchester M-70.

Senapan buatan Amerika Serikat tersebut adalah yang paling canggih saat itu. Dengan dibekali system bolt action, senapan ini pun sangat efektif digunkanan dan amat mematikan. Dengan beberapa kali latihan, Tatang Koswara segera berjodoh dengan senapan ini. Ia cepat menguasai sasaran yang ditujunya.

Read more »

DroneCopter Amfibi Bullray UAS

13620113_1165666870157245_5638854202976666138_nKehadiran drone membawa dampak baik bagi perkembangan pesawat di dunia kemiliteran. Ketidakadaan awak membuat drone menjadi alternatif bagi banyak pasukan untuk memanfaatkannya dalam melaksanakan berbagai misi, begitu pula dengan pasukan elit amfibi. Hanya saja, tugas yang mereka emban mengharuskan kehadiran drone yang lebih canggih.

Hal itu disebabkan karena beragam tugas pasukan elite berkaitan dengan kesenyapan atau medan yang kurang bersahabat. Adakah drone yang memenuhi kriteria tersebut? Belum lagi harus ringan bobotnya setara manpack dan mampu mengambil vertical take off dan landing (VTOL).

Bullray UAS (unmanned aerial system) nampaknya mampu menjadi jawaban atas keperluan pasukan amfibi. Drone ini bentuknya bukan pesawat, melainkan helikopter, sehingga sering disebut pula drone copter. Lebih detail, drone copter Bullray ini berjenis amfibi karena waterproof dan dapat diandalkan di segala kondisi dan cuaca. Waterproof-nya pun bersertifikasi IP67.

Pembuat Bullray UAS adalah manufaktur asal Florida, Amerika Serikat yang bertajuk Rapid Composited. Saat digelar pameran Singapore Airshow 2016 lalu, drone copter ini sempat menjadi satu dari jajaran drone yang dipamerkan. Bahkan posisinya bersebelahan dengan drone Rajawali 330 yang merupakan drone produksi PT Bhinneka Dwi Persada, manufaktur lokal Indonesia.

Read more »

M55 A2 Triple Gun Milik Korps Paskhas AL

Untitled-1-RecoveredSalah satu senjata unik yang menjadi ciri khas dari Paskhas TNI Angkatan Laut adalah kanon triple gun berkaliber 20 mm. Senjata pasukan berbaret jingga ini memiliki tiga laras sehingga disebut dengan triple gun. Korps Paskhas pun menjadikannya senjata andalan dalam mempertahankan tempat-tempat vital atau pangkalan udara lantaran arah tembakannya didesain pula ke atas.

Usianya kini sudah masuk dekade ke-6. Pasalnya, salah satu alutsista di jajaran milik Korps Paskhas Angkatan Laut ini telah didatangkan sejak tahun 1960-an. Saat itu kedatangannya dinilai begitu mendesak untuk keperluan operasi Trikora. Dari Eropa, M55 A2 triple gun pun meluncur ke Indonesia.

Manufaktur pembuatnya adalah Hispano Suiza yang aslinya berada di Swiss namun mempercayakan pembuatan Triple Gun di Yugoslavia dengan izin lisensi. Karena tiga laras yang dimilikinya, senjata ini nampak begitu ampuh karena dapat menghancurkan helikopter atau pesawat.

Senjata yang memiliki nama lain tri-barrel ini diproduksi tak hanya dalam satu varian, melainkan empat, yakni M55 A4B1, M55 A4M1, M55 A2B1, dan M55 A3B1. Keempat varian tersebut tentu saja memiliki beberapa perbedaan meski tak terlalu mencolok. Misalnya M55 A2B1. Varian ini memiliki kelebihan yakni mampu menembus kendaraa lapis baja ringan selain tetap mampu diandalkan untuk operasi pertahanan udara. Pemasangannya pun dapat dipasang secara portabel.

Read more »

Meriam Legendaris M-30 Howitzer Berkaliber 122 mm

13754356_1163034667087132_1666615312103533847_nAda beragam alutsista milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dulunya adalah senjata di era Uni Soviet. Sebagain dari alutsista tersebut adalah kendaraan tempur pansam BTR-50, tank PT-76, dan Kapa K-61. Usianya pastilah sudah sangat tua, bahkan mungkin melebihi para personil anggotanya. Namun kemampuannya masih bisa diandalkan hingga sekarang.

Tak hanya kendaraan tempur yang rupanya menjadi legenda versi TNI AL. Pada jajaran artileri juga turut ada meriam legendaris, yakni  M-30 berkalber 122 mm dari jenis howitzer. Meriam jenis ini bahkan masa produksinya adalah ketika Indonesia belum merdeka, tahun 1939. Akan tetapi baru masuk ke Indonesia pada tahun 1961 untuk memperkuat operasi Dwikora dan Trikora.

Apa yang sebenarnya diandalkan dari meriam jenis howitzer ini? Ditilik dari kemampuan lesatnya, dengan berkaliber 122 mm, jarak sejauh 11,8 kilometer dapat ditempuh oleh meriam ini.

Kemudian, jika diulas dari sisi amunisi, jenis yang digunakan adalah HE (high explosive) ketika lawan yang dihadapi adalah lapisan baja dengan ketebalan 20 mm pada kendaraan tempur. Namun jika yang ingin dilibas adalah tank, maka amunisi HEAT (high explosive anti tank) lah yang digunakan.

Read more »

Ini Dia GROM Andalan Artileri Pertahanan Udara AD

13707813_1163036317086967_8406194728827577832_nRudal Grom merupakan jenis rudal pertahanan udara untuk jarak pendek yang diistilahkan SHORAD (short range air defence) atau SAM (surface to air missile). Rudal ini adalah pilihan Unit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat setelah mereka memensiunkan rudal Rapier.

Rudal Grom yang masuk dalam kategori rudal SAM ringan ini produksinya dilakukan di Polandia, tepatnya di manufaktur Skarzysko-Kamienna. Sementara desainnya dirancang oleh Institusi Militer Teknologi Armamen terhitung sejak tahun 1995. Dan pada tahun 2007 senjata ini mulai dilirik Indonesia.

Pengadaan rudal Grom dilengkapi dengan beberapa komponen lain dalam satu paket Kobra modular air defence system. Kesemuanya adalah 3D-multi beam search radar, battery command vehicle, meriam 23 mm/ZUR composite, dan sistem peluncur rudal Poprad. Pasukan dari Unit Arhanud yang menggunakan rudal Grom ini antara lain Detasemen Rudal 001 Kodam Iskandar Muda, 002 Kodam Tanjungpura dan Bontang, serta 004 Kodam Bukit Barisan.

Dari segi spesifikasi, rudal Grom memiliki berat 10,5 kilogram dengan panjang keseluruhan 1,56 meter dan panjang diameter 72 mm. Rudal ini mampu meluncur lurus horizontal atau secara vertikal. Untuk jangkauan horizontal, jaraknya mampu mencapai 5,5 kilometer, sementara jangkauan vertikal ke atas mampu hingga 4 kilometer. Jarak minimal keduanya adalah 10 meter. Kemudian soal kecepatan, rudal Grom bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 650 meter per detiknya.

Read more »

Kapal LST Utama TNI AL Frosch Class

13770415_1163033143753951_3042494053840261077_nJika pada barisan Angkatan Udara ada pesawat C-130 Hercules yang dijadikan armada andalan, pada barisan Angkatan Laut TNI pun ada juga kapal yang dijadikan armada utama. Pada barisan pasukan TNI Angkatan Laut, ada dua pasukan besar yang tergabung dalam operasi amfibi. Keduanya adalah Satfib (Satuan Kapal Amfibi) Koarmatim dan Satfib Koarmabar.

Jenis kapal utama yang dioperasikan oleh keduanya adalah kapal LPD (landing platform dock) dan kapal LST (landing ship tank). Jenis kapal LPD memang lebih diunggulkan dalam kapasitasnya. Namun jumlah armada jenis ini masih langka. Hanya lima unit yang dimiliki oleh TNI AL, salah duanya adalah KRI Dr. Soeharso dan KRI Banda Aceh.

Oleh karena itu, untuk menunjang berbagai operasi yang dilakukan dalam skala besar, jenis kapal LST lebih didominankan. Pasalnya, jumlah armada ini tersedia lebih banyak dibandingkan dengan LPD, yakni 26 unit. Keseluruhan unit terbagi dalam berbagai kelas, di antaranya Frosch Class.

Jumlah kapal tipe Frosch Class ini ada 14 unit dari keseluruhan yang TNI AL miliki. Jadi sudah barang tentu akan masuk dalam pembahasan ketika kapal jenis LST diulas. Tiga di antara ke-14 kapal tersebut adalah 542 Teluk Sangkulirang ex-616, 543 Teluk Cirebon ex-E35, dan 544 Teluk Sabang ex-E36. Read more »